Jelang Kelulusan PPPK Guru Tahap 1 Membuat Honorer Was-was, Berikut Faktanya

Guru honorer PPPK
Jelang Kelulusan PPPK Guru Tahap 1 Membuat Honorer Was-was, Berikut Faktanya/Suara.com

Yunatimes.com - Kelulusan PPPK guru tahap I akan diumumkan pada hari Jumat, tanggal 8 Oktober 2021 yang akan disampaikan oleh Plt Kepala BKN BIma Hari Wibisana dan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Pengumuman kelulusan PPPK Guru tersebut pastinya sangat dinantikan oleh para guru honorer K2 dan non-K2 yang selama ini sudah mengabdi di sekolah negeri.

Oleh karena itu terdapat empat fakta menjelang Kelulusan PPPK guru tahap satu, dan berikut faktanya:

1. Lulus passing grade, tidak lulus PPPK

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengungkapkan, akan ada banyak guru honorer yang lulus passing grade tetapi tidak lulus PPPK guru tahap 1.

Syaiful Huda menambahkan lagi, hal ini sudah sesuai dengan informasi dari Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam rapat kerja Komisi X tanggal 23 September, totalnya ada 94 ribu yang dinyatakan lulus per tanggal itu baru lulus passing grade, dan itu masih belum lulus PPPK. Hal ini dikarenakan formasinya yang terbatas membuat akan adanya perangkingan.

Hal seperti ini juga telah ditegaskan oleh Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen jika tidak mungkin semua guru honorer yang lulus passing grade harus diangkat menjadi PPPK, kecuali jika formasinya ada.

2. Peningkatan afirmasi dinilai mengganggu posisi yang sudah lulus

Ketua Umum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat merasa khawatir dengan peningkatan afirmasi akan membuat guru honorer yang sudah lulus passing grade, ada formasi di sekolah malah tersingkir.

Asumsinya, mereka akan kalah afirmasi dengan guru honorer yang sudah lebih senior.

3. Peningkatan afirmasi dikhawatirkan tidak menyentuh seluruh guru honorer di sekolah negeri

Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana juga mengisyaratkan harus ada kebijakan khusus pemerintah supaya guru honorer bisa lulus yaitu dengn menurunkan passing grade.

Kebijakan khusus itu diberikan kepada peserta tes PPPK guru tahap I (guru honorer K2 dan nonkategori di sekolah negeri) yang berusia 50 tahun ke atas dengan masa kerja di atas tiga tahun, dan sudah terdata di Dapodik maupun database BKN.

Ketua Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Bondowoso Jufri menilai jika hanya usia 50 tahun ke atas yang akan diberikan jataafirmasi maka terasa tidak adil.

Ia pun juga berharap afirmasi penurunan passing grade dan juga penambahan nilai kompetensi teknis juga menyentuh guru honorer yang usianya di bawah 50 tahun dengan masa pengabdian panjang.

4. Pengumuman ditunda, jadwal pengangkatan PPPK 2021 molor lagi

Dewan Pembina PHK2I Titi Purwaningsih merasa risau karena pengumuman kelulusan PPPK guru tahap I yang ditunda-tunda akan membuat jadwal pengangkatan PPPK 2021 jadi ikut molor.

Titi pun juga merasa takut apa yang pernah dialami PPPK 2019 juga akan dirasakan oleh PPPK 2021 di mana banyak yang tidak bisa menikmati statusnya sebagai ASN PPPK. 

Baca Juga:



Posting Komentar

0 Komentar