MIRIS, Ibunya Pergi Pengajian, Sang Adik Undang Tiga Teman Ajak Setubuhi Kakaknya

Yunatimes.com - Sungguh miris sekali, penyidikan atas kasus seorang adik yang diduga telah menghamili kakakkandungnga sendiri di sebuah desa kecamatan Peuakn Baro Pidie. Atas penyidikan ini sederet fakta yang sangat memilukan telah terkuak.

Zina
MIRIS, Ibunya Pergi Pengajian, Sang Adik Undang Tiga Teman Ajak Setubuhi Kakaknya/Prohaba.co

Mengaku pada penyidik, sang adik usianya masih remaja, yakni berinisial K (15) yang mengakui jika dirinyalah yang pertama memperkoaa kakaknya dengan inisial NJ (19). Setelah itu, hubungan perzinahan keduanya berlanjut hingga delapan kali. Perbuatan terlarang itu mereka lakukan di rumah pada siang hari. 

Dan yang menggegerkan lagi, ternyata yang melakukan perbuatan terlarang itu bukan hanya K saja. Tapi, ia juga mengajak tiga temannya untuk setubuhi sang kakak. 

Ketiga temannya K itu selalu di undang tiap hari Rabu, karena tiap hari Rabu ibunya tidak ada di rumah, karena selalu pergi ke acara rutinan pengajian.

Ayahnya sendiri juga tidak ada di rumah karena harus pergi kerja ke panglong kayu.

Kasus ini langsung membuat heboh warga Pidie. Dan kasus ini pun sekarang masih ditangani oleh Sat Reskrim Polres Pidie. 

Saat penyidikan berlangsung, terungkap tiga teman yang memiliki inisial MA (22), Wah (21), dan M (17). Ketiganya mendapat jatah untuk meniduri NJ, atau kakak K. 

Perbuatan terlarang yang dilakukan oleh lima orang tersangka ini baru terbongakar ketika NJ melahirkan bayinya. 

Tindakan ini langsung membuat warga Pidie marah dan langsung mengusir NJ, K beserta ayah dan ibunya. 

Namun, sebelum diusir dari kampung, warga terlebih dahulu menyerahkan kelima tersangka ke pihak Kepolisian supaya diproses. 

“Saat ini, kelima tersangka yang terlibat perzinaan masih kita periksa,” kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Ferdian Chandra MH, kepada Prohaba, hari Senin (30/8/2021) pagi.

Ia menjelaska, berdasarkan hasil dari pemeriksaan polisi, NJ awalnya sangat tertutup untuk memberikan keterangan kepada polisi wanita (polwan).

NJ hanya mengakui telah melakukan persetubuhan dengan satu pelaku, itu pun NJ dipaksa.

Tetapi, pengakuan dari NJ tidak lantas membuat pihak kepolisian percaya begitu saja. Hal ini dikarenakan tidak adanya bukti seperti dipukul, baju NJ yang robek saat hendak melawan, maupun bukti ancaman lain yang bisa saja membahayakan NJ. 

Setelah didesak terus menerus, barulah NJ mengakui yang sebenarnya. NJ mengaku awalnya hanya melakukan dengan sang adik kandung K. Tapi setelah itu, K mengundang tiga temannya untuk melakukan perbuatan yang sama kepada NJ. 

K selaku sang adik kandung tak ketinggalan juga mengancam sang kakak NJ akan melaporkan perbuatan ini kepada Tgk T jika tak mau lagi melayanimya lagi. 

Karena merasa takut dan malu kalau sang adik benar-benar melaporkan hal ini kepada Tgk T yang merupakan guru ngaji NJ di Gampong, maka NJ pun mau melayaninya lagi nafsu liar sang adik sebanyak tujuh kali lagi. 

NJ sendiri juga tidak bisa menolak saat sang adik memintanya untuk melayani tiga teman K yang setiap hari Rabu berkunjung ke rumah karena di hari itu rumah selalu sepi, Ibunya pengajian dan Ayahnya kerja di Panglong. 

Kasat Reskrim Ferdian menyebutkan, Tersangka dengan inisial MA, WH, dan M melakukan perzinaan masing-masing sebanyak tiga kali dengan NJ.

“Pengakuan K dia tidak meminta uang kepada rekan-rekannya itu. Ketiga pelaku pun mengaku tidak pernah memberikan uang setelah berhubungan dengan NJ. Para pelaku melakukan itu hanya atas dasar suka sama suka,” jelasnya.

Ia juga menambahkan jika penyidik kepolisian tetap akan memproses kasus ini dengan Qanun Aceh tentang Hukum Jinayat, khususnya jarimah zina.

Sumber

Posting Komentar

0 Komentar