Wanita Korban Mutilasi Berteriak, Sayang Tolong Sakit!

Korban mutilasi - Hari Purwanto (40) mengaku memutilasi kepala wanita inisial R (33) karena kesal dimintai uang tips kencan. Korban sempat berteriak minta tolong.
      Wanita Korban Mutilasi Berteriak Sayang Tolong Sakit! /Sumber: detiknews.com

"Korban cuma teriak tolong, sakit, sayang," kata Hari.Pelaku,Hari mengungkap itu kala dihadirkan dalam konferensi pers di Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis 3 Mei 2021 Hari menyerang korban dari belakang, lalu menggoroknya.

Tersangka hari purwanto mengakui menyesal telah membunuh seorang wanita muda teman kencannya tersebut. Hari mengaku dalam kondisi emosi dan panik karena tidak memiliki uang untuk memberikan uang tambahan yang diminta korban.

"Saya menyesal membunuh korban," ujarnya.

Sebelumnya, Hari Purwanto buka suara mengenai alasan dia memutilasi korban yang berinisial R (33). Hari Purwanto, pelaku mengaku yakni mengeksekusi dengan cara itu agar korban cepat tewas.

"Kalau tidak dipenggal, tidak akan mati dia," kata Hari saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polresta Banjarmasin, Kamis (3/6/2021).

Dari hasil  pengakuan ,Hari purwanto berdalih memenggal kepala dari korban karena kesal korban menagih uang tips tambahan kencan. Karena itu, tersangka mengajak korban ke rumah kosong dan menyerang dengan sebilah senjata tajam.

Sebelum kejadian, Kapolresta Banjarmasin Kombes Rachmat Hendrawan mengatakan bahwa pelaku langsung melucuti pakaian korban dan membuang tubuh korban ke halaman rumah kosong. Pelaku bahkan itu sempat keluar sebentar membeli bensin untuk membakar tubuh korban.

Namun, dikarenakan  tidak ada pedagang yang buka pada tengah malam dini hari, dia hanya mendapatkan solar. Menggunakan dengan  kain gorden, pelaku pun membakar korban.

Lantas karena solar lambat menyala, warga mengira ada kebakaran. Pelaku akhirnya itu kabur menggunakan kendaraan milik korban itu.

Pelaku sempat mencopot kendaraan pelat nomor polisi kendaraan korban dan menggantikan dengan pelat lain.Lalu Ia kabur dan singgah ke sebuah bengkel di Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Namun jejak pelariannya terendus polisi hingga akhirnya dibekuk tim Macan Kalsel Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin, Rabu 2 Juni 2021.

"Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 ayat 3 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara," pungkas Rachmat.

Sumber:Detiknews.com

Posting Komentar

0 Komentar