Beragam Kabar Hoaks Seputar Haji Mulai Dari Kuota Sampai Dana Haji

Dana Haji
Beragam Kabar Hoaks Seputar Haji Mulai Dari Kuota Sampai Dana Haji/ Sumber: Antarnews.com

Dana Haji - Kementerian Agama akhirnya secara resmi memutuskan untuk tidak memberangkatkan calon jamaah haji pada tahun yang disebabkan belum adanya kepastian dari pemerintah Arab Saudi. Tapi, beragam Kabar hoaks muncul ke masyarakat mulai dari kuota sampai dani haji. 

Kabar hoaks tersebut beredar luas di media sosial mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, bahkan ada juga pesan chat WhatsApp berantai. Beberapa akun yang tidak bertanggung jawab turut menyebarkan kabar hoaks yang rata-rata mengungkapkan jika pembatalan haji 2021 dikarenakan masalah politis. 

Mendapati kabar hoaks tersebut tak sedikit warga indonesia yang mempercayai ada juga sebagian yang memaklumi alasan pemerintah membatalkan pemberangkatan haji 2021 dikarenakan faktor keselamatanlah yang terpenting. 

Menteri Agama sendiri, Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang digelar pada beberapa hari lagu dengan tegas menyatakan jika pembatalan haji dikarenakan kondisi yang masih pandemi dan juga faktor rawannya penularan virus corona varian baru yang muncul dari India dan Afrika. Selain itu, pemerintah juga tidak mau menunggu terlalu lama kepastian dari Arab Saudi. 

"Ini semua menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan kebijakan. Apalagi, tahun ini juga ada penyebaran varian baru COVID-19 yang berkembang di sejumlah negara," jelas Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Terkait masalah kuota haji, hoaks yang bermunculan jika Indonesia tidak bisa meyakinkan pemerintah Arab Saudi, yang berimbas tidak mendapatkan jatah haji. Mereka pun juga membandingkan dengan 11 negara yang dinilai boleh melakukan haji.

Padahal, menurut Menag, yang sudah diperkuat oleh pernyataan dari Konsul Haji dan Umrah Konsulat Jenderal RI di Jeddah menyatakan jika ke-11 negara tersebut bukan untuk ibadah haji, namun hanya memperbolehkan penerbangan masuk ke wilayah Arab Saudi.

"(Belum diberikan kepastian kuota) ini, tidak hanya Indonesia, tapi semua negara. Jadi, sampai saat ini belum ada negara yang mendapat kuota karena penandatanganan Nota Kesepahaman memang belum dilakukan," Ucap beliau. 

Hoaks lain lagi terkait masalah vaksin. Indonesia dinilai telah gagal memberangkatkan haji karena vaksin Sinovac tidak masuk dalam daftar vaksin wajib untuk calon jamaah haji. Kabar tersebut dengan tegas langsung dibantah oleh otoritas Arab Saudi yang menyatakan jika sampai saat ini pihaknya masih belum mengeluarkan instruksi apapun yang berkaitan dengan pelaksanaan haji.

Kabar hoaks yang bermunculan lainnya adalah mengenai soal utang dan dana haji. Lewat konferensi pers, Menag dengan tegas menyatakan jika Indonesia tidak memiliki utang atau tagihan yang belum dibayarkan untuk pelaksanaan haji 1442 Hijriah. "Info soal tagihan yang belum dibayarkan itu 100 persen hoaks atau berita sampah semata, jadi tidak usah dipercaya," jelas Menag.

Terkait seputar dana haji yang kabarnya beredar digunakan untuk kepentingan lain di luar perhajian adalah hal yang keliru. Ada pula yang menyebutkan jika dana haji sudah digunakan terlebih dahulu guna menutupi biaya pembangunan infrastruktur.

Menag pun kembali menegaskan, dana haji baik reguler maupun khusus, semuanya telah dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan sudah aman di bank syariah dengan mengutamakan prinsip-prinsip yang aman.

Apabila calon jamaah haji ingin menarik setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Kementerian Agama pun sudah mempersilakannya.

"Calon jamaah haji yang batal berangkat tahun ini dan sudah melunasi Bipih, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan. Meski diambil setoran pelunasannya, jamaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun 1443 Hijriah/2022," ucapnya.

Plt Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi menghimbau masyarakat Indonesia supaya tidak mempercayai kabar yang sangat diragukan kebenarannya dan meminta mereka untuk menguji validitasnya melalui saluran resmi pemerintah.

Sumber: Antaranews.com

Posting Komentar

0 Komentar