Hati-Hati Masker Medis Abal-abal! Ini Caranya Membedakan Dengan Yang Aslinya

Cara membedakan masker sensi asli dan palsu
Hati-Hati Masker Medis Abal-abal! Ini Caranya Membedakan Dengan Yang Aslinya/sumber:health.detik.com


Masker medis abal-abal - 
Berhati-hati hendak membeli masker medis. Pasalnya sudah banyak beredar masker medis abal-abal yang dijual baik di lapak online atau beli langsung di pasar.

Sayangnya agak sulit untuk membedakannya, masker medis asli dengan yang palsu secara fisik sebab tampilannya biasanya sama persis. Namun bukan berarti kita tidak bisa membedakannya. Berikut ini cara mengenali masker medis asli dan palsu.

Jika membeli masker dalam jumlah banyak, terutama masker medis, pilih yang terpercaya asli dan aman untuk digunakan.

"Ciri-cirinya, ada informasi izin edar dari Kementerian Kesehatan pada kemasan produk atau dusnya. Informasi izin edar bisa diverifikasi melalui website: https://infoalkes.kemkes.go.id," tulis laman KPCPEN yang dilihat detikcom, Jumat, (11/6/2021).

Saat ketika produk masker sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan maka masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat. Antara lain telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistance sebagai syaratnya untuk mencegah masuknya dan mencegah atau penyebaran penularan virus serta bakteri dan kuman.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, ada 2 jenis masker medis yaitu masker dengan jenis bedah dan masker respirator. Masker bedah berbahan material berupa Non - Woven Spunbond, Meltblown, Spunbond (SMS) dan Spunbond, Meltblown, Meltblown, Spunbond (SMMS).

Yaitu masker bedah digunakan sekali pakai dengan tiga lapisan. Penggunaannya untuk menutupi mulut dan hidung.

Berbeda dengan masker respirator atau biasa dikenal N95 atau KN95. Dengan biasanya masker respirator ini menggunakan lapisan lebih tebal berupa polypropylene, lapisan tengah berupa elektrete / charge polypropylene.

Masker dengan jenis ini memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan dengan masker bedah. Lain biasanya masker respirator ini digunakan oleh pasien yang kontak langsung dengan pasien COVID-19 dan juga selalu digunakan untuk perlindungan di tenaga kesehatan.

"Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95%," tutur Plt Dirjen Farmalkes, drg. Arianti Anaya, MKM.

Kalau tenaga kesehatan dan masyarakat menemukan masker yang dicurigai tidak memenuhi standar agar melaporkan melalui akses Halo Kemkes di 1500567.

Sumber: health.detik.com

Posting Komentar

0 Komentar