Kelakuan Bejat Pria di Masjid: Cabuli Bocah Sampai Acungkan Jari Tengah

Pencabulan di Masjid - Satu seorang pria terekam melakukan aksi bejat di dalam masjid. tersangka tertangkap kamera sedang mencabuli seorang bocah di dalam masjid dan mengacungkan jari tengah ke arah CCTV. 

Kelakuan Bejat Pria di Masjid: Cabuli Bocah Sampai Acungkan Jari Tengah
Kelakuan Bejat Pria di Masjid: Cabuli Bocah Sampai Acungkan Jari Tengah/Sumber: Detik.com

Melalui rekaman CCTV aksi bejat pria tersebut menjadi viral. Aksi dalam video berdurasi 03.24 menit itu, Nampak seorang pria mengenakan baju putih dan celana hitam mendekati seorang anak perempuan yang sedang mengikuti ibunya sholat. 

Terlihat dengan jelas terekam dalam aksinya pria ini terlihat membuka ritsleting celananya dan diduga melakukan aksi dalam pencabulan terhadap anak perempuan itu. Diketahui peristiwa tersebut diduga terjadi di Masjid Baitul Makmur Pangkalpinang, Bangka Belitung Babel.

Salah satu dari pengurus masjid, yang memiliki nama Saipul Anwar, telah membenarkan melalui rekaman CCTV yang viral itu terjadi di Masjid Baitul Makmur Pangkalpinang. Saipul Anwar berkata peristiwa itu terjadi pada hari Minggu tanggal 16 Mei 2021.

"Mereka berhenti salat Isya, karena perjalanan mau arah pulang ke Kabupaten Bangka Tengah," katanya.

Akhirnya pengurus masjid pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Pangkalpinang. Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, tak menunggu langsung mendatangi lokasi kejadian tersebut guna meminta keterangan dan melihat CCTV.

"Tim Buser dan PAA Polres Pangkalpinang sudah turun ke lokasi untuk menelusuri seputaran lingkungan masjid dan masyarakat mencari pelaku yang ciri-cirinya sudah kita ketahui," jelas Adi Putra.

"Iya betul memang di sini. Kejadian sudah tiga hari yang lalu, Minggu malam Senin, saat salat Isya," kata Saipul saat ditemui detikcom, Selasa (18/5/2021).

Untuk informasi keterangan masjid Saipul Anwar mengatakan pihaknya mengetahui bahwa peristiwa itu setelah mendapat laporan dari orang tua korban. Saipul kemudian mengumpulkan anak-anak sekitar.

Dari kejadian itu, pengurus masjid, Saipul, tak ada anak yang tinggal di sekitar masjid mengaku sebagai pelaku. Dia kemudian memeriksa rekaman CCTV masjid.

"Setelah kita cek CCTV ternyata yang ganggu anaknya bukan jemaah atau anak-anak yang salat malam itu, melainkan orang dari luar," ujarnya.

Pengurus masjid saipul anwar mengatakan bahwa orang tua korban bukan merupakan warga Pangkalpinang. Untuk mengetahui orang tua dan anak yang menjadi korban hanya mampir untuk salat Isya.

"Mereka berhenti salat Isya, karena perjalanan mau arah pulang ke Kabupaten Bangka Tengah," katanya.

Lantas pengurus masjid kemudian melapor ke Polres Pangkalpinang. Untuk mengenai laporan kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra, telah mendatangi langsung lokasi kejadian tersebut untuk meminta keterangan dan melihat CCTV.

"Tim Buser dan PAA Polres Pangkalpinang sudah turun ke lokasi untuk menelusuri seputaran lingkungan masjid dan masyarakat mencari pelaku yang ciri-cirinya sudah kita ketahui," jelas Adi Putra.

Adi menjelaskan bahwa peristiwa, menyebut peristiwa itu terjadi pada pukul 19.30 WIB, Minggu 16 Mei 2021.mengenai dari pelaku dari korban dan orang tuanya disebut singgah ke masjid untuk salat isya.

"Jadi saat itu suaminya salat di depan dan istri di belakang tersekat pembatas. Istri dan kedua anaknya ini bertiga. Dan di situ pelaku langsung mencabuli korban. Seusai melaksanakan salat anaknya nangis melapor ke orang tuanya dan melapor ke pengurus masjid," ujarnya

"Yang jelas kita masih buru pelaku," sambung Adi.

Orang Tua Korban Melaporkan ke Polisi

Keterangan dari orang tua bocah korban pelecehan saat sedang salat Isya di Masjid Baitul Makmur Pangkalpinang, Bangka Belitung Babel, juga melapor polisi. Keterangan dari Polisi masih melakukan penyelidikan dan terus memburu pelaku yang ciri-cirinya sudah diketahui.

Korban dari Pelaku atas nama ibu korban, dengan nomor laporan polisi LP/B-162/V/2021/SPKT/RESPKP/BABEL, Selasa 18 Mei 2021 pukul 19.10 WIB.

"Sudah, semalam ke Polres Pangkalpinang," kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra kepada detikcom, Rabu (19/5/2021).

"Korban melapor didampingi kedua orang tuanya. Korban sendiri masih berusia 8 tahun," sambungnya.

Menurut, adi mengatakan ibu korban awalnya mau melapor langsung ke Polres Pangkalpinang di malam kejadian pelecehan. karena sudah malam dan ingin pulang, laporan baru dibuat hari berikutnya.

"Secara psikis anak ini sedikit terganggu. Saat ini, korban hanya selalu ingin berdekatan dengan kedua orang tuanya," ujar Adi.

"Sedikitnya ada dua kali (pelecehan). Saat ini kita masih di lapangan memburu pelaku," tambahnya.

Mengacungkan Jari Tengah ke CCTV

Keterangan yang didapat dari rekaman dalam video yang beredar, pria tersebut nampak melecehkan anak perempuan yang sedang salat di saf wanita.Kondisi suasana di saf wanita tersebut terlihat sepi. Ada juga tirai yang menjadi pemisah antara saf pria dan wanita.

Selanjutnya ada seorang wanita dewasa yang sedang salat dan dua orang anak-anak. Pelaku pria tersebut terekam kamera CCTV sempat mencabuli anak-anak yang sedang melakukan salat bersama di lokasi tersebut.

Pelaku pria itu terlihat dua kali melakukan pelecehan seksual terhadap korban. Pelaku kemudian menyadari ada CCTV di dalam masjid.

Dia nampak mengacungkan jari tengah ke arah CCTV yang menyorot ke arahnya. Tidak berlama lama kemudian, pria tersebut tampak meninggalkan lokasi kejadian.

Kasus penyelidikan dari anggota dari Komisi III Fraksi PKB, Jazilul Fawaid, menilai perbuatan pelaku harus dituntut maksimal, termasuk kebiri. Dia mengatakan aksi pelaku layak diberi hukuman maksimal.

Kejar pelakunya dan proses secara hukum. Mengapa aksi cabul kok dilakukan kepada anak di bawah umur, di tempat suci dan ketika ibadah salat, terlalu! Hemat saya, pelaku mesti dituntut maksimal," kata Jazilul saat dihubungi, Rabu (19/5).

Anggota mengatakan dari Komisi III yang lainnya, , juga Habiburokhman perbuatan pelaku zalim. Dia pun meminta agar pelaku dikenakan hukuman maksimal.

"Harus dihukum berat, kalau menurut Pasal 82 UU Perlindungan Anak ancaman maksimal 15 tahun. Ini sudah sangat keterlaluan dan kita tidak bisa mentolerir lagi, kalau memang secara hukum bukti-bukti terpenuhi maka harus dikenakan ancaman terberat, zalim sekali, melakukan asusila ke anak di bawah umur di masjid," ujarnya

Sumber: Detik.com

Posting Komentar

0 Komentar