Berakhir Hari Ini Larangan Mudik Lebaran, Tapi Pengetatan Masih Berlaku Hingga 24 Mei 2021

Mudik lebaran
Berakhir Hari Ini Larangan Mudik Lebaran, Tapi Pengetatan Masih Berlaku Hingga 24 Mei 2021

Mudik lebaran - Pelarangan mudik Lebaran tahun 2021 yang telah berlangsung sejak Kamis 6 Mei 2021 akan berakhir pada Senin 17 Mei 2021 hari ini.

Walaupun itu larangan mudik Lebaran 2021 sudah berakhir, tapi masih ada masa pengetatan dalam perjalanan.

Untuk masa pengetatan perjalanan sendiri akan berlangsung hingga Senin, tanggal 24 Mei 2021.

Hal ini telah sesuai dengan Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 yang sudah ditandatangani oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

"Tujuan adendum Surat Edaran untuk mengantisipasi peningkatan arus pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus antardaerah pada masa sebelum dan sesudah periode peniadaan mudik diberlakukan," kata Doni dalam adendum SE.

Namun mereka akan dilakukan tes random. apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 daerah.

Dalam poin lainnya, anak-anak di bawah usia lima tahun tidak wajib melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan.

Dan inilah ketentuan-ketentuan protokol perjalanan pada adendum Surat Edaran yang dirilis Satgas Covid-19:

A. Bagi pelaku yang menggunakan perjalanan transportasi udara diwajibkan terlebih dahulu untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang mana sampelnya bisa diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum waktu keberangkatan atau bisa juga menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 yang tersedia di Bandara udara sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;

B. Bagi pelaku perjalanan transportasi laut diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang mana hasil sampelnya bisa diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum waktu keberangkatan atau bisa juga untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 yang tersedia di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;

C. Bagi pelaku yang melakukan perjalanan dengan menggunakan penyeberangan laut diwajibkan juga untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang mana sampelnya bisa diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum berangkat atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 yang tersedia di pelabuhan sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia;

D. Khusus bagi pelaku perjalanan rutin dengan moda transportasi laut sebagai pelayaran terbatas dalam wilayah satu kecamatan/kabupaten/provinsi, atau dengan transportasi darat baik menggunakan transportasi pribadi maupun transportasi umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 yang digunakan sebagai syarat perjalanan tetapi masih akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Daerah;

E. Bagi pelaku yang menggunakan perjalanan kereta api antarkota sangat diwajibkan untuk terlebih dahulu menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen yang mana sampelnya bisa diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum berangkat, atau surat keterangan hasil negatif tes GeNose C19 yang telah tersedia di stasiun kereta api sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan;

F. Bagi pelaku perjalanan transportasi umum darat akan diberlakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 jika diperlukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Daerah;

G. Bagi pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diharapkan untuk melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen dulu, yang mana hasil sampelnya bisa diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 yang telah tersedia di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes secara acak jika diperlukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Daerah;

H. Untuk pengisian e-HAC Indonesia telah dihimbaukan bagi para pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun transportasi pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut diwajibkan melakukan pengisian e-HAC Indonesia;

I. Khusus untuk anak-anak yang berusia di bawah lima tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 yang biasanya digunakan sebagai syarat perjalanan;

J. Dan jika hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 para pelaku perjalanan hasilnya negatif tetapi menunjukkan gejala, maka para pelaku perjalanan tidak di perbolehkan untuk melanjutkan perjalanan sebagai gantinya pelakh perjalanan sangatlah diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan. 

K. Bagi kementerian/lembaga/perangkat daerah yang menyelenggarakan fungsi terkait perhubungan darat/laut/udara/perkeretaapian menindaklanjuti Adendum SE ini dengan melakukan penerbitan instrumen hukum dengan maka akan mengacu pada Adendum SE ini dan peraturan perundang-undangan.

Selama masa pengetatan perjalanan yang berlangsung hingga tanggal 24 Mei 2021, tetap diperbolehkan bepergian bagi mayarakat yang ingin bepergian. 

Asalkan syarat dan ketentuan terpenuhi, adapun syaratnya ialah harus membawa surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat yang menyatakan kondisi mereka saat akan melakukan perjalanan.

Masih dari Addendum SE Satgas 13/2021 poin ke-14, mereka adalah kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan adalah dengan keperluan yang mendesak untuk kepentingan nonmudik.

Dan berikut ini yang dimaksud dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik adalah:

- bekerja/perjalanan dinas

- kunjungan keluarga sakit

- kunjungan duka anggota keluarga meninggal

- ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga

- kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang

- kepentingan nonmudik tertentu lainnya

Di dalam SE sebelumnya, kelompok masyarakat seperti ini sudah mendapatkan pengecualian.

Dan mereka pun tidak diwajibkan untuk membawa surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat.

Tapi, kini dengan adanya Addendum SE Satgas 13/2021, maka bagi masyarakat yang hendak berencana bepergian dengan kondisi di atas, dapat meminta terlebih dahulu surat keterangan dari desa.

Polri: Sanksi Putar Balik Bagi Kendaraan Pemudik Diperpanjang hingga Tanggal 24 Mei 2021

Kendaraan yang berasal dari Palembang diminta putar balik oleh petugas di Pos Penyekatan Gerbang Tol Kramasan pada Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah, hari Kamis 13 Mei 2021.

Sedangkan, Polri sendiri memperpanjang sanksi putar balik bagi kendaraan pemudik sampai tanggal 24 Mei 2021 mendatang.

Kepala Bagian Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Rudy Antariksawan berkata, hal seperti ini akan dilakukan meski kegiatan Operasi Ketupat 2021 sudah berakhir pada akhir pekan kemarin dan tidak berlaku lagi pada hari Senin 17 Mei 2021 hari ini.

Ia juga berkata, Operasi Ketupat akan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan KRYD.

"Operasi Ketupat selesai 17 Mei 2021. Dilanjutkan KRYD sampai tanggal 24 Mei 2021," jelas Kabagops Korlantas, yang mengutip dari NTMC Polri.

Rudy juga menjelaskan, sanksi putar balik bagi kendaraan yang akan mudik lebaran tetap diberlakukan.

Kendaraan pemudik yang melintas di posko penyekatan, ucap Rudy, akan dikenakan sanksi putar balik hingga 24 Mei 2021.

"Iya, kendaraan tetap diminta putar balik selama KRYD," ujarnya.

Menurut dia, 381 posko penyekatan mudik Lebaran juga tetap berlaku selama operasi KRYD berlangsung.

"Oleh karena itu, sekali lagi kami mohon maaf, mohon maklum dari masyarakat," katanya.

Sumber: Tribunnews.com 

Posting Komentar

0 Komentar